Jam Animasi

Minggu, 03 Desember 2017

Makalah Thauhidullah

KATA PENGANTAR





Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul ”TAUHIDULLAH”.
Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman teman yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar.Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.
Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi.





DAFTAR ISI

Kata pengantar  ......................................................................................................    i
Daftar isi                                                                                                                     ii
BAB I       : PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang.......................................................................    1
B.     Rumusan Masalah..................................................................    2

BAB II      : PEMBAHASAN
A.    Pengertian Tauhid .................................................................    3
B.     Macam-macam Tauhid   ........................................................   4

BAB II       : PENUTUP
A.    Kesimpulan                                                                                9

Daftar pustaka  ......................................................................................................    10







1.1       LATAR BELAKANG

Jika kita melihat perkembangan agamaagama di dunia maka berbagai pandangan tentang jumlah Tuhan ini sangat beragam, mulai dari yang monoteis (satuTuhan), diteisataudualism (duaTuhan), triteisatautirinitas (tigatuhan), hinggapoliteis (banyakTuhan) dalam berbagai bentuknya. Untuk itu, kita perlu menentukan pilihan kita dari berbagai pandangan tersebut dengan argumentasi yang kokoh dan utuh.
Tauhid adalah hal penting yang membedakan agama lain dengan Islam sebagai agama yang meyakini keesaan Allah, selain itu tauhid adalah dasar iman seorang muslim, karna itu tidak sempurna iman seorang muslim tanpa didasarkan tauhid. Tapi bagaimana mungkin kita bisa mengetahui apakah tauhid itu sudah ada bersama iman kita, sedangkan kita tidak mengetahui arti dan hakekat tauhid itu sendiri.
Karna makna tauhid sendiri bukan sekedar mengesakan Allah SWT, bukan sekedar mengenal dan mengerti bahwa pencipta alam semesta ini adalah Allah, bukan sekedar mengetahui bukti-bukti rasional tentang kebenaran wujud (keberadaan) Nya, dan wahdaniyah (keesaan)Nya, dan bukan pula sekedar mengenal Asma’dan SifatNya.
Sebagai contoh Iblis mempercayai bahwa Tuhannya adalah Allah, bahkan mengakui keesaan dan kemahakuasaan Allah dengan meminta kepada Allah melalui Asma’ dan SifatNya. Kaum jahiliyah kuno yang dihadapi Rasulullah, juga meyakini bahwa Tuhan Pencipta, Pengatur, Pemelihara dan Penguasa alam semesta ini adalah Allah. Namun, kepercayaan dan keyakinan mereka itu belumlah menjadikan mereka sebagai makhluk yang berpredikat muslim, atau yang beriman kepada Allah.
Dalam islam, tauhid mempunyai peranan yang sangat penting, bahkan seperti yang kita ketahui bahwa dalam rukun islam yang petama meminta kita untuk mengucapkan dua kalimat syahadat yang didalamnya terdapat kalmiat tauhid.
Oleh sebab itu, makalah ini kami buat selain untuk memenuhi tugas MataKuliah pendidikan agama islam, kami bermaksud untuk berbagi ilmu tentang tauhid yang kami ketahui dan kami dapatkan dari referensi tertentu. Dan kami berharap apa yang di tulis dimakalah ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.

1.2         RUMUSAN MASALAH

1.      Apakah Pengertian Tauhid ?
2.      Bagaimanakah Macam-macam Tauhid ?

PEMBAHASAN
2.1.   PENGERTIAN TAUHID
Definisi Tauhid
Kata “tauhid” di dalam bahasa Arab merupakan bentuk masdar dari kata kerja wahhada-yuwahhidu-tawhidan, yang arti harfiyahnya: menyatukan, mengesakan, atau mengakui bahwa sesuatu itu satu. Dengan demikian, secara bahasa, tauhidullah berarti menyatukan Allah,  mengesakan Allah atau mengakui bahwa Allah itu satu. Sedangkan secara istilah, tauhidullah bermakna mengesakan Allah dalam hal-hal yang merupakan kekhususan bagi Allah, serta tidak menyekutukan-Nya dengan apapun baik dalam hal rububiyyah-Nya, uluhiyyah-Nya, maupun asma’ (nama-nama) dan sifat-sifat-Nya.
Islam meyakini bahwa Allah swt adalah Esa secara mutlak, Tidak berbilang dan tidak bersekutu dalam hal apapun. Siapa Saja yang meyakini sebaliknya,maka Ia telah jatuh pada kezhaliman dan dosa Yang besar (syirk). Dimensi terpenting Dari persoalan tauhid adalah masalah keesaan Allah ini, karena itu ushuluddin pertama ini di sebut attauhid.
 Tauhid berasal dari akar kata ahad Atau wahid yang artinya satu. Dalam Islam, ia adalah asas keyakinan (akidah) bahwa Tuhan Itu hanya satu, Yakni Allah swt Dan tidak ada yang setara juga sekutu denganNya. Dia yang wajib disembah dan dimintai pertolongan. Hanya Dia yang ditaati dan ditakuti. Hanya Dia yang menentukan segala Sesuatu di dunia dan akhirat nanti. Tauhid Dirangkum dalam kalimat tahlil, Laailaahaillallaah (tidak ada Tuhan selain Allah).
Tapi bukan berarti semua orang yang mengucapkan kalimat “LaailaahaillaAllah”, serta merta menjadi Orang yang sudah bertauhid (merealisasikannya). Akan tetapi, menurut para ulama, agar menjadi seorang yang bertauhid (muwahhid) mesti memenuhi tujuh syarat berikut ini :
1.      Ilmu, yaitu mengetahui makna dan maksud dari kalimat tauhid itu
2.      Yakin, yaitu meyakini dengan seyakinyakinnya akan komitmen (dari kalimat tauhid itu)
3.      Menerima dengan hati dan lisan (perkataan) segala konsekuensinya.
4.      Tunduk dan patuh akan apa yang diperintahkanNya dan apa yang dilarangNya
5.      Benar dalam mengatakannya. Artinya, apa yang dikatakannya dengan lidah mesti sesuai dengan apa yang diyakininya dalam hati.
6.      Ikhlas dalam melakukan, tanpa dicampurinya.
7.      Mencintai kalimat tauhid ini dengan segala konsekuensinya.
Didalam surat AlIkhlash sudah di jelaskan dengan tegas akan keesaan Allah SWT, dan salah seorang Ulama Besar pernah menyebutkan “satu alasan lain kenapa alIkhlash di turunkan adalah untuk menjawab pertanyaanpertanyaan di masa depan tentang Tuhan, dari sebagian kamu yang meraguinya.
"Qul huwallahu ahad" Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa. Selain menyebutkan keesaan Allah SWT. Di ayat ini juga tersirat makna bahwa Allah itu satu dan tunggal, di ayat ini Allah juga memerintahkan hambaNya untuk mengesakanNya .
"Alla huassamadu" Allah adalah tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu. Allah sebaik-baiknya Maha Pencipta dan yang Maha mengatur serta Maha perencana atas apa yang sudah dan akan terjadi kepada makhluk ciptaanNya jadi sudah semestinya Kita hanya Bergantung kepada Allah.
"Lam yalid wa lam yulad" Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.  Allah SWT Tunggal dan berdiri sendiri, karna jika tidak, maka Allah adalah sama seperti kita makhluk hidup, sungguh sesuatu hal yang mustahil karna bagaimana mungkin seorang mkhluk hidup dapat membuat keturunan yang beragam dan berbeda", dan bagaimana mungkin makhluk hidup dapat menciptakan Langit yang secara ilmiah sampai saat ini tidak diketahui ujungnya dan tidak dapat digapai oleh satupun makhluk hidup.
"wa lam yakun lahu kufwan ahad" Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia. Di ayat ini juga memiliki maksud bahwa pencipta tak sama dengan yang diciptakan. Sebagai contoh: sebuah meja tidak sama dengan pembuat meja tersebut dalam sifat ataupun bentuk. Dan makna lain yang terkandung dalam ayat ini adalah keagungan dan kesempurnaan yang hanya dimiliki Allah SWT dengan Asmaul HusnaNya.

2.2.   MACAM-MACAM TAUHID
A.    TAUHID RUBUBIYAH
Maknanya, menyakini bahwa Allah adalah Dzat yang menciptakan, menghidupkan, mematikan, memberi rizki, mendatangkan segala manfaat dan menolak segala mudharat. Dzat yang mengawasi, mengatur, penguasa, pemilik hukum dan selainnya dari segala sesuatu yang menunjukkan kekuasaan tunggal bagi Allah. Dari sini, seorang mukmin harus meyakini bahwa tidak ada seorangpun yang menandingi Allah dalam hal ini.
Secara teoritis berarti bahwa Allah adalah satu-satunya yang mencipta, memiliki, mengatur dan mengurus semesta alam. Secara praktis tauhid ini berarti manusia harus melucuti sifat-sifat tercela terutama sombong dan angkuh karena pada dasarnya manusia tidak punya apa-apa.
Allah swt berfirman :

Artinya: “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa, Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu Mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah[[1]], Padahal kamu mengetahui.” (QS.Al-Baqarah:21-22).
  
Artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha pemberi rezki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh”. (QS.Adz-Dzariyaat:56-58).
Tauhid rububiyah ini merupakan landasan bagi seluruh kaum muslimin untuk bersyukur kepada Allah . Karena pada hakekatnya dalam menempuh kehidupan dunia, mereka senantiasa bertemu dengan ciptaan Allah, dengan pemberian rizki dari Allah dan juga menggunakan segala ‘fasilitas’ miliki Allah . Mereka tidak mungkin lari dari kenyataan ini.



B.     TAUHID MULKIYAH
Dari segi bahasa, mulkiyah berasal dari kata malika yamliku (ملك - يملك), yang artinya memiliki dan berkuasa penuh atas yang dimiliki. Sedangkan dari segi istilahnya adalah mengesakan Allah sebagai satu-satunya penguasa, pemimpin, satu-satunya pembuat hukum (aturan) dan pemerintah. Hanya landasan kepemimpinan yang dituntut oleh Allah saja yang menjadi ikutan kita. Hanya hukuman yang diturunkan oleh Allah saja menjadi pakaian kita dan hanya perintah dari Allah saja menjadi junjungan kita.
Allah swt berfirman:

Artinya:”kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya. ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) kepunyaanNya. dan Dialah Pembuat perhitungan yang paling cepat”. (QS. Al-An’am : 62)

Artinya:“Katakanlah: "Sesungguhnya aku berada di atas hujjah yang nyata (Al Quran) dari Tuhanku[[2]], sedang kamu mendustakannya. tidak ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya disegerakan kedatangannya. menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia pemberi keputusan yang paling baik". (QS. Al-An’am : 56)
  
Artinya:”Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy[[3]]. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al-A’raaf :54)
Artinya:”Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat[[4]]”. (QS. An-Nisaa’: 105)


C.    TAUHID ULUHIYAH
Uluhiyah berasal dari kata Aliha ya’lihu, (أله - يأله) artinya menyembah. Sedangkan dari segi istilah adalah mengesakan Allah dalam penyembahan/ peribadahan. Yaitu tauhid ibadah, karena ilah maknanya adalah ma'bud (yang disembah). Maka tidak ada yang diseru dalam do'a kecuali Allah, tidak ada yang dimintai pertolongan kecuali Dia, tidak ada yang boleh dijadikan tempat bergantung kecuali Dia, tidak boleh menyembelih kurban atau bernadzar kecuali untukNya, dan tidak boleh mengarahkan seluruh ibadah kecuali untukNya dan karenaNya semata.
Allah swt berfirman:

Artinya:”Dan Barangsiapa menyembah Tuhan yang lain di samping Allah, Padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, Maka Sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung”. (QS. Al-Mu’minuun : 117)

Kebanyakan manusia mengingkari tauhid ini. Oleh sebab itulah Allah SWT mengutus para rasul Kepada umat manusia, dan menurunkan kitabkitab kepada mereka, agar mereka beribadah Kepada Allah SWT saja dan meninggalkan ibadah kepada selainNya.

D.    TAUHID ASMA’ WA SIFAT
Tauhid Sifat atau asma Adalah meyakini bahwa sifatsifat yang ada Pada Allah seperti ilmu, kuasa, hidup, dan sebagainya adalah merupakan hakikat dzatNya dan Allah memiliki nama dan sifat baik (asma'ul husna) yang sesuai dengan keagungan-Nya. Sifatsifat itu tidak sama dengan sifatsifat makhluk, yang masingmasing berdiri Sendiri dan terpisah dari yang lainnya.
  
Artinya:”(dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan melihat”. (QS. Asy Syuura :11)






BAB III
PENUTUP

3.1  KESIMPULAN
Hukum mempelajari Tauhidullah adalah wajib'ain, karena semua manusia diwajibkan atau diperintahkan untuk mengenal allah dan mengakui keesaan-Nya. Dengan mengenal Allah , kita akan lebih dapat untuk mendekatkan diri kita kepada-Nya secara baik dan benar. Karena pemahaman yang baik akan mengantarkan pada amalan yang baik. Amalan yang baik akan mengarah pada hasil yang baik. Dan hasil yang baik, insya Allah akan mendapatkan keridhaan Allah . Semoga Allah menjadikan kita semua sebagai hamba-hamba-Nya yang benar-benar mentauhidkannya dalam segenap aspek kehidupan kita. Dan kita berlindung kepada-Nya dari kemusyrikan-kemusyrikan, baik yang kita sadari ataupun yang tidak kita sadari.




DAFTAR PUSTAKA






[1] Ialah segala sesuatu yang disembah di samping menyembah Allah seperti berhala-berhala, dewa-dewa, dan sebagainya.
[2] Maksudnya: Nabi Muhammad s.a.w. mempunyai bukti yang nyata atas kebenarannya.
[3] Bersemayam di atas 'Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dsan kesucian-Nya.
[4] Ayat ini dan beberapa ayat berikutnya diturunkan berhubungan dengan pencurian yang dilakukan Thu'mah dan ia Menyembunyikan barang curian itu di rumah seorang Yahudi. Thu'mah tidak mengakui perbuatannya itu malah menuduh bahwa yang mencuri barang itu orang Yahudi. hal ini diajukan oleh kerabat-kerabat Thu'mah kepada Nabi s.a.w. dan mereka meminta agar Nabi membela Thu'mah dan menghukum orang-orang Yahudi, Kendatipun mereka tahu bahwa yang mencuri barang itu ialah Thu'mah, Nabi sendiri Hampir-hampir membenarkan tuduhan Thu'mah dan kerabatnya itu terhadap orang Yahudi.